Kamis, 29 Desember 2011

SOLUSI MENGATASI PENYIMPANGAN SOSIAL , DAN KLEPTO MANIA



Solusinya dengan cara member efek jera terhadap si klepto tersebut,agar ia tidak lagi melakukan tindakan tersebut.atau diberikan pendekatan,penjelasan agar ia tidak lagi melakukan tindakan yang tidak terpuji itu.peran orang tua disini sangatlah penting.
Peranan Lembaga Pendidikan Untuk tidak segera mengadili dan menuduh remaja sebagai sumber segala masalah dalam kehidupan di masyarakat, barangkali baik kalau setiap lembaga pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) mencoba merefleksikan peranan masing-masing.

            Pertama, lembaga keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama dan pertama.
Kehidupan kelurga yang kering, terpecah-pecah (broken home), dan tidak harmonis akan menyebebkan anak tidak kerasan tinggal di rumah. Anak tidak mersa aman dan tidak mengalami perkembangan emosional yang seimbang. Akibatnya, anak mencari bentuk ketentraman di luar keluarga, misalnya gabung dalam group gang, kelompok preman dan lain-lain. Banyak keluarga yang tak mau tahu dengan perkembangan anak-anaknya dan menyerahkan seluruh proses pendidikan anak kepada sekolah. Kiranya keliru jika ada pendapat yang mengatakan bahwa tercukupnya kebutuhan-kebutuhan materiil menjadi jaminan berlangsungnya perkembangan kepribadian yang optimal bagi para remaja.
Kedua, bagaimana pembinaan moral dalam lembaga keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kontras tajam antara ajaran dan teladan nyata dari orang tua, guru di sekolah, dan tokoh-tokoh panutan di masyarakat akan memberikan pengaruh yang besar kepada sikap, perilaku, dan moralitas para remaja. Kurang adanya pembinaan moral yang nyata dan pudarnya keteladanan para orangtua ataupun pendidik di sekolah menjadi faktor kunci dalam proses perkembangan kepribadian remaja. Secara psikologis, kehidupan remaja adalah kehidupan mencari idola. Mereka mendambakan sosok orang yang dapat dijadikan panutan. Segi pembinaan moral menjadi terlupakan pada saat orang tua ataupun pendidik hanya memperhatikan segi intelektual. Pendidikan disekolah terkadang terjerumus pada formalitas pemenuhan kurikulum pendidikan, mengejar bahan ajaran, sehingga melupakan segi pembinaan kepribadian penanaman nilai-nilai pendidikan moral dan pembentukan sikap.
Ketiga, bagaimana kehidupan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat apakah mendukung optimalisasi perkembangan remaja atau tidak.
Saat ini, banyak anak-anak di kota-kota besar seperti Jakarta sudah merasakan kemewahan yang berlebihan. Segala keinginannya dapat dipenuhi oleh orangtuanya. Kondisi semacam ini sering melupakan unsur-unsur yang berkaitan dengan kedewasaan anak. Pemenuhan kebutuhan materiil selalu tidak disesuaikan dengan kondisi dan usia perkembangan anak. Akibatnya, anak cenderung menjadi sok malas, sombong, dan suka meremehkan orang lain.

Kleptomania


CONTOH PENYIMPANGAN SOSIAL
 SEORANG KLEPTOMANIA

Kleptomania adalah sebuah sebutan untuk orang yang suka mencuri,bisa juga dikatakan sebagai penyakit kejiwaan. mungkin awalnya dari kegiatan iseng mencuri sebuah benda,tidak ketahuan,dan lama lama hal tersebut selalu dilakukan,bagi seorang klepto,bisa mencuri tanpa ketahuan adalah kepuasan tersendiri.
Seorang pencuri itu bisa dikatakan sebuah pekerjaan nya sehari hari,juga bisa dikatakan karena hobby nya. Seorang pelaku penyimpangan senantiasa berusaha mencari kawan yang sama untuk bergaul bersama, dengan tujuan supaya mendapatkan ‘teman’. Lama kelamaan berkumpullah berbagai individu pelaku penyimpangan menjadi penyimpangan kelompok, akhirnya bermuara kepada penentangan terhadap
norma masyarakat. Dampak yang ditimbulkan selain terhadap individu juga terhadap kelompok ataupun masyarakat.
Latar belakang seorang klepto, salah satunya karena ia tidak mampu untuk membeli sesuatu yang ingin dia ambil tersebut, bisa juga karena ia kurang perhatian dari orang tuanya,orang tua kurang memahami apa yang dibutuhkan anaknya, sehingga ia mencuri.

bestari patria rasti: Faktor Penyebab Kenakalan Remaja

bestari patria rasti: Faktor Penyebab Kenakalan Remaja: faktor penyebab kenakalan remaja diantaranya : - sosio ekonomi hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas ekonomi rendah dan...

Rabu, 28 Desember 2011

Faktor Penyebab Kenakalan Remaja


 faktor penyebab kenakalan remaja diantaranya :
-          sosio ekonomi
hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas ekonomi rendah dan tinggi dapat menimbulkan adanya kenakalan remaja.
-          Kegagalan study : frustasi juga menyebabkan kenakalan remaja
-          Situasi keluarga
pendidikan keluarga,pengawasan dari pihak orang tua kurang.
Faktanya : contoh,keluarga yang broken home,karena tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga,atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negative pada remaja. Pendidikan yang salah di keluargapun ,seperti terlalu memanjakan anak,tidak memberikan pendidikan tentang moral atau agama,ataupun penolakan terhadap eksistensi anak,bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Contoh lain,keluarga yang orang tuanya sama sama sibuk dengan urusan pekerjaannya,dan pulang dari kerja sudah malam hari,lalu tidur,dan paginya orang tua sudah beraktivitas bekerja lagi.hal tersebut lama kelamaan akan menyebabkan seorang anak kurang perhatian.seorang anak tersebut menjadi kurang terarah,padahal seharusnya peran keluarga sangatlah penting dalam mendidik anaknya,agar menjadi anak yang baik,terlebih jika anak sudah mulai remaja,banyak hal hal yang dikhawatirkan. Karena hanya didalam keluarga lah dapat terjadinya sosialisasi primer.Orang tua yang sibuk,biasanya selalu memberikan perhatian kepada anaknya dengan cara memenuhi kebutuhan anaknya. Misalkan dengan diberi uang. Terkadang hasil uang tersebut malah disalah gunakan.entah untuk membeli keperluan yang tidak bermanfaat,atau bisa menyebabkan si anak tersebut salah pergaulan. Dengan uang,ia merasa semua dapat dipenuhi.
Selain itu, orang tua juga tidak dapat mengontrol bagaimana aktivitas anaknya di sekolah,

-           Penggunaan waktu luang
Kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak pada sisi remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila bentuk kegiatan itu positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan yang negative maka lingkungan akan tergangu. Seringkali perbuatan negative ini hanya terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian lingkungannya, perhatian yang diharapkan dapat berasal dari orang tuanya maupun teman seperjuangannya.
Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng berbahaya adalah salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan. Misalnya, ngebut tanpa lampu malam hari, mencuri, merusak, minum-minuman keras, obat bius, dan sebaginya.

-          Pengaruh negative dari menonton film,komik,dan televisi.
Faktanya: di televise,sudah tercantum,siapa yang di perbolehkan untuk menonton acara tersebut, seperti bimbingan orang tua,anak anak,remaja,dan dewasa. Tetapi,banyak yang tidak memperhatikan akan hal itu.anak anak pun melihat tayangan televisi untuk remaja,yang seharusnya tidak pantas untuk ditonton oleh anak anak,akibatnya anak tersebut pikirannya akan teracuni oleh hal hal yang ada dalam tayangan tersebut.

-          Teman sebaya yang kurang baik, hal ini sangat berpengaruh.karena jika seseorang itu bergaul dengan lingkungan yang negativ, maka perlahan ia akan mudah terpengaruh.
Faktanya : pergaulan anak remaja, yang suka dengan tawuran antar pelajar.hal tersebut dilakukan untuk mencari jati diri, menunjukkan kehebatan dari komunitasnya. Selain itu,pada pergaulan anak remaja yang menggunakan narkoba,jika seseorang sudah dipaksa untuk mencicipi sedikit saja obat obatan haram itu,maka ia akan mengalami ketergantungan,dan secara tidak sadar,pergaulan juga akan berpengaruh untuk terjadinya kenakalan remaja. Komunitas yang tidak baik,akan mempengaruhi seseorang individu untuk ikut melakukan tindakan yang tidak baik juga.